(PorosLombok.com) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengambil langkah tak biasa. Ia secara tegas membolehkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov NTB untuk tidak masuk kantor sementara waktu, demi fokus menangani banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu (6/7) malam.
Langkah ini menjadi sorotan karena mencerminkan respons cepat dan prioritas kemanusiaan di atas rutinitas birokrasi.
“Sesuai arahan dari Pak Gubernur, ASN lingkup Pemprov NTB boleh tidak masuk kantor sementara agar fokus pada penanganan banjir,” ujar Plh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Mohammad Faozal, Minggu malam.
Saat para ASN turun ke lapangan, Gubernur NTB sendiri memimpin langsung pemantauan dan evakuasi warga di titik-titik terdampak. Ia meninjau sejumlah lokasi banjir seperti BTN Riverside depan Vihara Avalokitesvara, lingkaran Mayura, Pantai Jompo, hingga Kekalek.
“Barusan Pak Gubernur habis dari BTN River Side. Setelah itu beliau ke Pantai Jompo dan ke Kekalek, tempat titik banjir,” terang Faozal.
Menurutnya, banjir yang menerjang Kota Mataram tergolong cukup parah. Pemprov NTB langsung menyalurkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air mineral, terpal, dan lampu penerangan.
Namun, distribusi bantuan sempat terkendala lantaran padamnya listrik dan air yang menggenangi akses jalan.
“Air banjir mengganggu kelancaran akses bantuan. Listrik padam dan kondisi malam hari membatasi jarak pandang. Kondisi terkini hujan sudah mereda, namun air masih menggenangi permukiman,” tutupnya.
(*/porosLombok)
















Assalaamualaikum, wr.wb.
Selamat Pagi dan salam Pers dan Salam kemanusiaan.
Apresiasi tinggi atas Update informasi terbaru dari PorosLombok.com dan kesigapan dari Bapak Gubernur NTB (Miq Ikbal) yang sudah memberikan perhatian yang sangat cepat untuk musibah yang melanda kita.R