Kadinsos Lotim Sampaikan Musabab Para Ortu Tinggalkan Keturunan yang Lemah
Poroslombok.com | LOTIM – Ratusan jamaah mengikuti peresmian TPQ AL-Manan Rinjani, yang dirangkaikan dengan pengajian umum oleh TGH. Zamharir Abdul Manan di Desa Sembalun Bumbung, Rabu (03/8/22).
Kegiatan itu juga sekaligus memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendirian Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau yang lebih dikenal dengan nama Panti Asuhan (PA), oleh Kepala Dinas Sosial Lotim.
Kepala Dinas Sosial, H. Soeroto, M. Kes, dalam sambutannya mewakili Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, di Masjid Nurul Falah Sembalun Bumbung sore tadi menyampaikan, tugas kita sebagai ummat Islam adalah berikhtiar mencetak kader-kader penerus perjuangan ummat yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang baik.
Diuraikan Suroto, bahwa Allah melarang hambanya (kita) meninggalkan keturunan yang lemah. Sebagaimana Firman Allah pada surat An Nisa ayat 9, yang artinya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap ( kesejahteraan) mereka”.
Melalui Kadinsos, pemerintah juga menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas semangat keihlasan dan kerja keras para pengurus serta para Tuan Guru dalam mencerdaskan ummat dan mendidik anak-anak dan generasi muda penerus bangsa.
“Kita bayangkan, betapa banyak anak-anak yang sulit bisa sekolah klo tidak ada ponpes dan madrasah swasta. Karna kemampuan pemerintah menyiapkan sekolah negeri terbatas. Era sekarang, sekolah dimana saja sama baiknya,” ungkap Suroto.
Disampaikan lebih lanjut, bahwa pemerintah juga akan terus memberi perhatian kepada semua lembaga sosial dan pendidikan sesuai dengan kemampuan pemerintah. Hal itu merupakan niatan dari Bupati Sukiman Azmy.
Para jamaah yang hadir terlihat antusias mengikuti dan mendengarkan paparan dari Kadis Sosial yang juga menyinggung surat An Nisa ayat tiga tentang poligami.
Dikatakannya, salah satu yang membuat kita meninggalkan keturunan yang lemah adalah perilaku poligami yang tidak mengukur kemampuan ekonomi serta tidak bisa berlaku adil terhadap istri maupun anak-anaknya.
“Sehingga kadang-kadang, kurang memperhatikan sebagian anak-anaknya. Inilah yang menjadi salah satu penyebab generasi kita menjadi lemah,” sebut Kadinsos yang dikenal humoris itu memungkasi.
(Anas/pl)

















