(PorosLombok.com) – Banjir bandang yang menerjang Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan kerusakan parah di sejumlah rumah warga.
Hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Minggu (6/7) sore membuat dua aliran sungai di sekitar permukiman meluap dan menghantam rumah-rumah yang berada di bantaran.
Salah satu yang paling terdampak adalah Munadi, warga Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais. Rumah pribadinya yang juga difungsikan sebagai lesehan dan tempat usaha porak poranda dihantam banjir. Tak hanya itu, tujuh kolam ikan miliknya ikut terendam dan menghanyutkan seluruh ikan peliharaan.
“Kejadian banjir kemarin begitu cepat, air masuk langsung menggenangi lesehan hingga kolam ikan sekitar pukul 16.00 Wita kemarin,” kata Munadi saat ditemui, Senin (7/7).
Munadi tidak sempat menyelamatkan apa pun karena arus air datang mendadak dan sangat deras. Ia menjelaskan, posisi lesehannya berada di antara dua aliran sungai yang selama ini memang rawan meluap saat musim hujan.
Air yang datang setinggi satu meter langsung merendam seluruh isi bangunan. Perabotan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan kasur terseret arus bersama air berlumpur yang menghancurkan bagian dalam rumah.
“Kalau perabotan seperti kulkas, mesin cuci, kasur itu terbawa arus semua. Tak hanya itu, tujuh kolam ikan juga terendam dan menghanyutkan semua ikan yang ada,” ujarnya.
Tiga dari tujuh kolam ikan tersebut berisi ikan patin yang sudah siap panen. Munadi menyebut kerugian akibat banjir ini sangat besar karena hampir seluruh harta bendanya hilang. Selain peralatan rumah dan ikan, bangunan lesehan dan gazebo miliknya juga rusak berat.
“Kalau ditotal mungkin dengan perabotan, ikan yang hanyut, hingga gazebo yang juga rusak parah di sini (lesehan), kayaknya kerugian bisa mencapai Rp500 juta,” sebut Munadi.
Di sisi lain, Husniawati, warga setempat lainnya, mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Menurutnya, banjir bandang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Bertais, meski hujan deras sudah sering mengguyur kawasan itu.
“Ini baru pertama kali kejadian seperti ini (banjir bandang). Dulu-dulu walaupun hujan lebat, tidak pernah separah begini,” ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan di sekitar Gontoran makin mengkhawatirkan. Beberapa ruas jalan rusak, rumah warga yang berada di bantaran sungai tergerus arus, dan hujan yang masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan membuat warga harus waspada penuh.
“Kalau hujan lagi, terus banjir seperti ini lagi, kerusakan bisa meluas pasti,” pungkasnya.
Saat ini, warga yang terdampak banjir berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu pemulihan. Beberapa titik genangan masih terlihat, dan tumpukan lumpur belum sepenuhnya dibersihkan dari rumah-rumah warga.
(arul/PorosLombok)















