Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus, Lalu Iqbal Jumpai Menteri Nusron Wahid

PorosLombok.com – Silaturahmi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal (LMI) dengan sejumlah menteri di Jakarta terus berlanjut. Kali ini, LMI bertemu dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

“Saya rasa pertemuan kali ini sangat bernilai, sekaligus silaturahim dengan sahabat lama,” ungkap LMI, saat ditemui di Jakarta, Selasa (12/12).

LMI, yang merupakan alumni Pondok Pesantren Assalam Surakarta, mengungkapkan harapannya agar Kementerian ATR/BPN memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program prioritas pembangunan di NTB.

“Saya menyampaikan mengenai pengembangan kawasan ekonomi khusus yang sedang kami jalankan di NTB,” jelasnya.

Lebih jauh, LMI membahas secara rinci mengenai rencana pengembangan tata ruang di kawasan Mandalika, serta beberapa kawasan lainnya yang menjadi fokus pembangunan kawasan khusus pada masa mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa semua rencana yang diambil dapat menyelaraskan kepentingan pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya. Mantan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam setiap tahap perencanaan.

Dalam kesempatan ini, LMI juga mengungkapkan keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai program pembangunan di NTB ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan dukungannya terhadap program yang sejalan dengan prioritas nasional, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pembangunan kawasan ekonomi strategis.

“Kami akan pastikan untuk mendukung sepenuhnya program-program yang memiliki tujuan jangka panjang, terutama yang mendukung ketahanan pangan,” kata Nusron Wahid.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU