(PorosLombok.com) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan skema bantuan keuangan khusus senilai Rp300 juta untuk setiap desa yang masuk dalam program Desa Tematik. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakselerasi kemandirian ekonomi lokal.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menegaskan bahwa dana segar tersebut dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi spesifik di tiap wilayah. Program ini merupakan bagian dari visi besar Desa Berdaya yang menyasar seluruh kelurahan di NTB.
”Misalkan potensinya pariwisata dan butuh lapak dagang bagi UKM, silakan dibuat konsepnya karena intinya adalah pemberdayaan,” katanya seusai rapat kerja bersama Komisi III DPRD NTB di Mataram, Senin (23/02).
Selain skema tematik, pemerintah juga menyiapkan model Desa Transformatif untuk menangani kemiskinan ekstrem. Pendekatan ini lebih bersifat personal dengan menyasar individu melalui basis data by name by address yang akurat.
Baiq Nelly menjelaskan bahwa intervensi untuk masyarakat miskin ekstrem diberikan dalam bentuk bantuan sosial langsung kepada kepala keluarga. Upaya ini diharapkan mampu menuntaskan persoalan ekonomi di 106 desa prioritas yang telah terdata.
”Tahun 2026 ini, dari 106 desa miskin ekstrem, sebanyak 40 desa akan kami intervensi terlebih dahulu,” jelasnya.
Pemprov NTB kini sedang mengebut proses pendataan agar seluruh administrasi rampung pada akhir Februari ini. Targetnya, realisasi anggaran perubahan dapat berjalan mulus sehingga program segera menyentuh akar rumput tanpa kendala birokrasi.
”Program Desa Tematik insyaallah sudah mulai berjalan pada Mei 2026 setelah koordinasi dengan pihak desa tuntas,” terangnya.
Pihak legislatif memberikan apresiasi sekaligus mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi kunci utama keberhasilan program unggulan ini karena melibatkan masyarakat di daerah.
”DPRD mengingatkan kami untuk lebih intens melakukan koordinasi dengan Pemkot dan Pemkab terkait pelaksanaan program ini,” pungkasnya.*















