Adapun wilayah yang dicover oleh PD Agro Selaparang terkait pupuk sebanyak 4 Kecamatan yakni, untuk Urea kecamatan Suele dan Lenek, dan Non Urea Kecamatan Sambalie dan Sukamulia. Untuk satu kali musim panen, pihaknya mendistribusikan pupuk dengan jumlah sesuai dengan ketentuan dari SK Dinas terkait yaitu Dinas Pertanian mengikuti e-RDKK yang ada, tetapi jatah alokasinya tidak mencapai 100 % dari kebutuhan peehektarnya, jatah alokasi yg diberikan sekitar krg lbh 70% perhektarnya, sehingga kekurangan yg 30% inilah diharapkan dicukupkan dengan pupuk non subsidi sesuai kebutuhan tanaman.
“Untuk Air Minum Dalam kemasan dulu hanya memasarkan merk Agro, tahun ini kami bekerjasama dengan EnergiSrlaparang dg merk Asel karena sama-sama BUMD,” ungkapnya
Untuk garam beryodium pemasrannya selain ke OPD-OPD saat ini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya dengan sistem jual beli bukan menggunakan sistem kontrak, ataupun MOU, sehingga sistem pemasaran yg kami gunakan ketika Desa ada pemesanan langsung diantarkan oleh bagian pemasaran garam.
Sulhayani berharap kedepannya ada kerjasama dengan desa yang mempunyai Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di wilayah Kabupaten Lombok Timur, tidak hanya garam dan AMDK saja, akan tetapi kebutuhan pokok lainnya,
“Dengan kita bergerak bersama-sama, baik dari desa sampai Kabupaten, tentunya akan membuat perusahaan daerah akan semakin maju, dan otomatis akan berdampak pada peningkatan PAD,” pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)

















