LOTIM – PorosLombok.com | Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lombok Timur Hj. Nurhidayati tampak terlihat anggun, cantik dan cool dalam balutan baju batik khas ibu-ibu PKK saat menghadiri sebuah acara di Desa Anjani.
Kehadirannya dalam rangka pengukuhan Komunitas Mantan Pekerja Migran Perempuan (KOMPI Perempuan) Desa Anjani bertempat di kolam wisata Embulan Boroq Dewi Anjani, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga pada Kamis (30/11/2023).
Dalam sambutannya Hj. Nurhidayati mengutarakan, Lombok Timur merupakan salah satu penyumbang PMI terbanyak di NTB. Namun keberadaan PMI yang begitu banyak, Desa Anjani tampil sebagai desa yang menginisiasi lahirnya lembaga yang menaungi para eks PMI perempuan.
Istri Pj Bupati Lombok Timur itu mengaku sempat terkejut ketika beberapa waktu lalu dirinya diberitahu tentang keberadaan organisasi tersebut. Karena itu, ia memberikan sanjungan kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Anjani.
“Saya sempat terkejut, oh ada organisasi ini ya. Desa Anjani ini kan desa maju. Artinya, yang namanya desa maju itu pasti karna masyarakatnya dan pimpinannya adalah orang-orang cerdas. Sehingga pasti lebih maju dari yang lain,” ujarnya.
Karena itu, atas nama ketua TP PKK Lombok Timur ia menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya pengurus KOMPI Perempuan Desa Anjani.
Kepada ketua KOMPI Perempuan diharapkan mampu mengemban amanah untuk membawa purna PMI yang ada di Desa Anjani menjadi lebih maju dan berkembang. Keberadaan KOMPI diharapkan pula menjadi pelopor yang akan menyuarakan bagaimana menjadi migran yang aman.
Nurhidayati menyebut, pemerintah melalui PP Nomor 59 Tahun 2021 yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang pelindungan Pekerja Migran Indonesia, merupakan salah satu bentuk perjuangan dan bentuk kehadiran negara untuk melindungi warganya.
Kehadiran KOMPI Perempuan, kata dia, tentu akan lebih memperkuat bagaimana masyarakat yang berpikir kedepan untuk menjadi PMI berdasarkan pengalaman yang ada di komunitas tersebut, diharapkan menjadi migran yang lebih baik dan aman.
Bahkan mungkin keberadaan komunitas ini dapat menginspirasi yang lain, karna berangkat dengan cara yang baik, mendapat penerimaan yang baik, mendapat penghargaan yang baik, dan akhirnya kembali menjadi pahlawan yang membanggakan bagi keluarga dan masyarakat.
“Itu tentunya yang kita harapkan, sesuai yang kami tangkap dari visi dan misi mulia yang disampaikan oleh ibu ketua tadi,” ungkapnya.
Kepada ketua KOMPI Perempuan, ia menyampaikan kalimat penyemangat sebagai sesama perempuan. Ia berucap bahwa kita (perempuan-red) sesungguhnya adalah mahluk yang paling mulia. Untuk mendapatkan itu, kitalah yang harus memantaskan diri.
“Allah sudah mentakdirkan keberadaan kita di dunia ini sudah tercatat di Lauhul Mahfudz dengan rejeki kita masing-masing. Tinggal kita menuntut dengan ikhtiar dan do’a, tentunya dengan mencari jalan yang halal untuk keberkahannya,” nasihatnya.
Sebagai ketua TP PKK, ia berharap keberadaan KOMPI Perempuan dapat menjadi penuntun bagi calon-calon migran selanjutnya untuk mempersiapkan diri secara legalitas atau menjadi PMI yang baik dan prosedural.
Nurhidayati mengingatkan, agar para PMI selalu berlaku baik dan sopan, tentu dibarengi dengan skill. Karenanya selain menjaga prilaku, para calon PMI juga hendaknya membekali diri dengan kemampuan dan keterampilan sebelum berangkat ke negara tujuan.
“Dimanapun kita berada, jangankan di negeri orang, dinegeri sendiri ketika kita berilmu, berlaku baik, mempunyai skill dan sopan. Orang akan sayang kepada kita jika kita sudah dengan profil seperti itu,” jelasnya.
Secara umum, sebagai ketua TP PKK, Nurhidayati menyambut baik atas telah diinisiasinya KOMPI Perempuan di Desa Anjani. Ia berkomitmen, kedepan organisasi komunitas mantan migran tersebut dapat menjadi bagian yang akan mendapat pembinaan dari TP PKK Lombok Timur.
(Anas/PL)















