(PorosLombok.com) – Sektor pariwisata di Desa Jeruk Manis tengah menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah pegunungan di bagian hulu.
Destinasi unggulan Air Terjun Tibu Bunter mencatatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang sangat signifikan dalam satu bulan terakhir.
Kepala Desa Jeruk Manis, Asipudin, mengungkapkan bahwa angka kunjungan merosot tajam jika dibandingkan dengan periode normal sebelumnya.
”Dalam satu bulan kemarin, pengunjungnya hanya sekitar 250 orang, padahal biasanya bisa mencapai 1.000 orang,” ujar Nasipudin, Kepada PorosLombok, Sabtu (10/1/2026).
Penyusutan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan pengetatan keamanan bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan alam di sana.
”Jika di arah utara sudah terlihat gelap, pengurus langsung menutup akses karena kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Langkah preventif tersebut dilakukan guna mengantisipasi ancaman banjir bandang atau air bah yang datang secara tiba-tiba dari puncak gunung.
Kondisi alam ini secara otomatis memengaruhi minat wisatawan hingga berdampak pada rendahnya tingkat hunian di berbagai penginapan milik warga.
”Saat ini memang sedang masuk bulan low season, sehingga kunjungan wisatawan mancanegara ke homestay juga menurun,” tambah Nasipudin.
Meski ada pembatasan situasional, ia memastikan kawasan Jeruk Manis tetap aman dikunjungi selama pelancong mematuhi arahan petugas di lokasi.
(arul/PorosLombok)













