Bupati LAZ Geser Lokasi Lebaran Topat 2026 ke Pasar Seni Senggigi

Bupati LAZ memindahkan pusat perayaan Lebaran Topat 2026 ke Pasar Seni Senggigi guna mendongkrak ekonomi kreatif dan memperkuat promosi pariwisata melalui narasi sejarah yang kuat

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi memindahkan pusat perayaan Lebaran Topat 2026 yang semula di Pantai Duduk menuju kawasan Pasar Seni Senggigi, Senin (2/3).

​Langkah pemindahan lokasi ini dipastikan tetap mempertahankan pakem serta nilai filosofis tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Barat.

​”Sudah hampir satu tahun saya memimpin, saya tidak ingin event ini hanya menjadi seremoni tanpa kualitas dan dampak ekonomi,” ujar Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini.

​Keputusan strategis tersebut mencuat dalam Rapat Ekspose Lebaran Topat yang dihadiri jajaran OPD, unsur TNI-Polri, hingga mitra pemerintah daerah di Ruang Jayengrana, Kantor Bupati.

​“Calendar of Events itu seharusnya begitu diluncurkan langsung dipromosikan secara masif melalui kekuatan media sosial yang ada sekarang,” tegasnya mengenai kelemahan promosi selama ini.

​Pihak panitia bakal memeriahkan rangkaian acara dengan Pawai Gulungan Topat yang dikonsep sebagai atraksi budaya terbuka agar dapat dinikmati lebih dekat oleh para wisatawan.

​Peserta pawai melibatkan lintas instansi mulai dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB hingga perwakilan kabupaten tetangga seperti Lombok Tengah, Lombok Timur, serta KSB.

​Bupati yang akrab disapa LAZ tersebut menyoroti persoalan utama sektor pariwisata yang kerap terjebak pada promosi singkat sehingga dampaknya terhadap daerah belum optimal.

​“Jangan menunggu pihak luar, justru kita sendiri yang harus bergerak cepat mempromosikan kekayaan tradisi kita,” ujarnya memberikan instruksi kepada seluruh jajaran terkait.

​Pemerintah daerah menekankan agar setiap kegiatan memberikan efek domino nyata bagi tingkat hunian hotel, pelaku UMKM, hingga durasi lama tinggal para pelancong mancanegara.

​Narasi filosofi dan sejarah lokal wajib diselipkan dalam setiap promosi guna memberikan daya tarik tersendiri yang membedakan event Lombok Barat dengan wilayah lainnya di Indonesia.

​Pimpinan daerah mendorong adanya perubahan pola pikir dalam penyelenggaraan agenda tahunan agar setiap kegiatan budaya menjadi pengungkit ekonomi daerah yang memiliki ukuran keberhasilan jelas.

​“Harus ada ukuran keberhasilan yang jelas dan setiap kegiatan budaya harus menjadi pengungkit ekonomi daerah, bukan sekadar agenda tahunan,” katanya.

​Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah pariwisata Senggigi menjadi lebih hidup melalui sentuhan kearifan lokal yang dikemas secara profesional dan berkelanjutan oleh pemerintah.

​Dinas terkait kini mulai melakukan persiapan teknis di Pasar Seni Senggigi guna memastikan seluruh sarana pendukung siap menampung ribuan warga dan turis yang hadir.

​Kolaborasi dengan desa-desa di Kecamatan Batulayar juga terus diintensifkan agar partisipasi masyarakat lokal tetap menjadi ruh utama dalam perayaan tradisi Lebaran Topat tersebut.

​Bupati LAZ menutup arahannya dengan menegaskan pentingnya konsistensi promosi guna menjaga marwah Senggigi sebagai ikon pariwisata utama yang mampu bersaing di level internasional.

​”Mari kita jadikan perayaan ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi kreatif dengan memaksimalkan seluruh potensi narasi sejarah dan filosofi yang kita miliki,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU