PorosLombok.com – De Balen Soultan Hotel mencatatkan prestasi gemilang sebagai hotel praktik pertama di bawah naungan Kementerian Pariwisata RI yang sukses mengelola sampah metode eco enzyme. Capaian membanggakan ini resmi diakui pada sektor pendidikan pariwisata nasional.
Hotel yang berlokasi di Lombok Tengah ini menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri. Langkah tersebut membuktikan komitmen institusi dalam menerapkan standar operasional yang ramah terhadap ekosistem secara berkelanjutan.
”Hal ini sesuai dengan arahan langsung dari Pak Dr. Ali selaku Direktur Poltekpar Lombok,” kata Manager De Balen Soultan Hotel Gugung Gumilar, Jumat (27/03/2026).
Gugung menegaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kolaborasi strategis bersama Unit PUSAKA Poltekpar Lombok. Sinergi ini bertujuan menciptakan sistem manajemen limbah yang modern dan profesional bagi industri perhotelan tanah air.
”Penerapan metode ini memberikan dampak positif luas karena mampu mengurangi volume sampah organik ke TPA secara signifikan,” ujarnya.
Pihak manajemen secara aktif mengaplikasikan cairan organik hasil fermentasi sampah dalam operasional harian hotel. Kebijakan ini dinilai sangat efektif untuk menekan ketergantungan pada bahan pembersih kimia yang merusak alam.
”Hasilnya juga kami gunakan untuk menyuburkan tanaman serta mengusir hama tanpa pestisida kimia di area hotel,” jelasnya.
Gugung memaparkan bahwa sistem tersebut mampu mencegah terbentuknya gas metana yang sering memicu ledakan di lokasi pembuangan akhir. Selain itu, cairan alami ini berfungsi sebagai penghilang bau, jamur, dan kotoran secara alami.
”Penggunaan bahan organik ini membantu membersihkan air limbah sehingga polusi lingkungan dapat ditekan ke level terendah,” katanya.
Keberhasilan program tersebut telah mendapat apresiasi resmi melalui sertifikat penghargaan dari Eco Enzyme Nusantara (EEN) Nusa Tenggara Barat. Dedikasi hotel dalam menjaga atmosfer bumi menjadi poin utama penilaian lembaga tersebut.
”Proses fermentasinya bahkan memproduksi gas ozon yang bermanfaat untuk melindungi lapisan atmosfer bumi dari kerusakan,” ujarnya.
Institusi pendidikan pariwisata ini kini bertransformasi menjadi pusat percontohan nyata bagi industri perhotelan di Indonesia melalui penerapan green tourism yang menjadi standar masa depan pelestarian ekosistem.
”De Balen Soultan kini menjadi contoh nyata penerapan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian ekosistem di tanah air,” pungkasnya.*















