Produk Organik Desa Jeruk Manis Laris Manis, Beras Dijual Rp35 Ribu per Kilo

(PorosLombok.com) – Produk organik dari Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kini semakin digemari.

Kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat membuat permintaan terhadap beras dan sayuran organik meningkat tajam.

“Alhamdulillah, saya sudah membuktikan bahwa sistem pertanian organik ini tidak kalah dari sisi hasil,” ujar Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, Selasa (22/7).

Ia menyebut, gaya hidup sehat membuat masyarakat tak lagi mempersoalkan harga jika kualitas produk bisa menjamin gizi dan kebersihan.

Hal ini ia alami sejak awal merintis pengiriman sayuran organik hampir satu dekade lalu.

“Sejak 2016 saya antar sayur organik. Sayur yang di pasar dijual Rp1.000, ke penggemar organik bisa laku Rp15.000,” ucapnya.

Beras organik pun ikut mencuri perhatian. Harganya kini menyentuh Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Namun, tingginya minat pasar justru membuat desa kewalahan memenuhi permintaan.

“Kami kewalahan. Sekarang kami jual Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilo, itu pun harga teman,” katanya.

Menurut Nasipudin, produk organik bukan hanya soal tren, tetapi juga kebutuhan masyarakat modern. Pasalnya, banyak penyakit bersumber dari pola makan yang tidak sehat.

“Orang sudah sadar pentingnya makanan sehat. Penyakit itu bersumber dari apa yang kita makan,” bebernya.

Ia juga menyebut bahwa pola konsumsi masyarakat bisa berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu dampak positif yang mulai terlihat adalah penurunan angka stunting di desanya.

“Kualitas makanan organik lebih baik untuk tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Markisa organik menjadi salah satu buah yang tengah dikembangkan oleh desa. Buah ini bahkan disebut-sebut bernilai tinggi di pasar luar negeri karena kandungan gizinya.

“Contohnya markisa, di Prancis harganya bisa Rp25 ribu per biji,” ungkapnya.

Untuk mendukung ekosistem pertanian organik, desa juga memanfaatkan pupuk kandang dari kotoran sapi warga. Upaya ini tidak hanya menyehatkan tanaman, tetapi juga menjaga lingkungan dari limbah.

“Kami manfaatkan pupuk kandang dari kotoran sapi. Ini menjaga lingkungan dan mengurangi limbah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa beras organik juga memiliki keunggulan lain dari sisi cita rasa dan daya tahan. Meski disimpan selama tiga hari, nasi dari beras ini tidak cepat basi.

“Rasanya lebih enak dan tidak gampang basi, bahkan bisa tahan sampai tiga hari,” tutup Nasipudin.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU