PorosLombok.com – Pemerintah Kota Mataram memastikan perayaan Tradisi Lebaran Topat 1447 Hijriah dipusatkan pada dua lokasi makam keramat. Destinasi religi tersebut menjadi magnet utama ribuan peziarah di Pulau Lombok pada Selasa (24/3/2026).
Langkah ini diambil guna mengakomodasi antusiasme warga yang merayakan momen sakral seminggu pasca Idulfitri. Panitia membagi konsentrasi massa di Makam Loang Baloq Kecamatan Sekarbela serta Makam Bintaro di wilayah Ampenan.
”Konsep pelaksanaan secara teknis pada masing-masing lokasi kami serahkan sepenuhnya ke pihak kecamatan,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menjelaskan bahwa pemerintah daerah hanya bersifat mendukung operasional di lapangan. Pihaknya ingin memastikan nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga tanpa mengesampingkan keteraturan.
Persiapan Matang Pengamanan Lebaran Topat 2026 di Mataram
Puncak ritual tahunan yang jatuh pada 8 Syawal ini dijadwalkan berlangsung meriah pada tanggal 28 Maret 2026 mendatang. Momentum tersebut menjadi tradisi turun-temurun yang mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui doa bersama.
”Kami sudah melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya membeludak,” jelasnya.
Instansi terkait memprediksi masyarakat akan langsung memadati pantai-pantai ikonik setelah menyelesaikan prosesi ziarah. Objek wisata Pantai Ampenan hingga Pantai Gading diperkirakan menjadi titik kumpul utama jutaan pelancong domestik.
Polresta Mataram bersama BPBD kini memperketat pengawasan di sepanjang garis pantai sejauh 9,1 kilometer. Petugas akan bersiaga penuh guna memantau aktivitas rekreasi warga yang berisiko tinggi saat terjadi anomali cuaca ekstrem.
”Warga biasanya mandi di laut sehingga perlu pengawasan ketat guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Dinas Lingkungan Hidup turut dikerahkan untuk menjaga kebersihan lokasi dari tumpukan sampah sisa makanan pengunjung. Pengoptimalan petugas kebersihan di titik keramaian menjadi prioritas agar kenyamanan berwisata tetap terjaga dengan baik.
Kelompok Sadar Wisata di setiap destinasi juga telah menyiapkan fasilitas penunjang serta tempat pembuangan sampah yang memadai. Kelengkapan ini diharapkan mampu menekan potensi pencemaran lingkungan di kawasan pesisir Mataram yang genting.
”Fokus kami saat ini adalah koordinasi kewilayahan dan pengamanan lokasi demi kenyamanan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.*















