Lombok Timur. Poroslombok.com – Pada tahun 2021 SMPN 1 Terara kecamatan Terara telah mendapatkan renovasi gedung sekolah. Pada tahun 2021 hampir 82 % bangunan di SMPN 1 Terara di renovasi dari anggararan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Adapaun bangunan yang direnovasi yakni Ruang Kelas Belajar (RKB) sebanyak 19 ruang, toilet 18, mushalla, ruang guru, ruang kepala sekolah, Perpustakaan, LAB IPA dan LAB TIK.
Bahkan bangunan yang telah direnovasi dari anggaran DAK ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi pada hari Rabu kemarin (27/10).
Hal inilah yang disampaikan Kepala SMPN 1 Terara Drs. H. Nasar, M.Pd. saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
“Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada pemerintah Lombok Timur yang telah merenovasi bangunan yang ada di SMPN 1 Terara ini, karena sebelumnya banyak ruang yang tidak layak pakai disini, Alhamdulillah setelah direhab sekarang menjadi mulus dan bagus” ungkap H. Nasar.
Kendati demikian SMPN 1 Terara masih kekurangan 9 Ruang Kelas Belajar (RKB), sehingga untuk saat ini untuk mengatasi kekurangan RKB tersebut pihak sekolah menggunakan ruang Lab IPA, Perpustakaan, Mushalla, Multimedia TIK dan beberapa ruang lainnya dijadikan Ruang Kelas.
“Walaupun kita sudah mendapatkan bantuan rehab, tetapi belum menyentuh kepada yang pokok yakni mengatasi kekurangan Ruang Kelas Belajar, dari jumlah siswa dan ruang kelas belajar yang kami butuhkan masih kekurangan 9 ruang kelas” tuturnya.
Dari kekurangan ruang kelas ini lanjut H. Nasar sangat berdampak kepada upaya peningkatan mutu pendidikan di SMPN 1 Terara terutama dibidang akademik. Sebagai contoh ketika siswa ingin praktik IPA, itu tidak bisa dilakukan karena ruang Lab IPA dipakai sebagai ruang belajar, selain itu ruang Perpuskaan yang seharusnya sebagai tempat penyimpanan buku-buku, sebagai tempat membaca menambah referensi siswa disulap menjadi ruang kelas, begitu juga dengan ruang multimedia TIK dirubah jadi ruang kelas belajar.
“Dengan keadaan seperti ini akibatnya sangat mengganggu, walaupun kami berjuang maksimal untuk peningkatan mutu pada mata pelajaran tertentu masih terkendala, misal tidak bisa praktik untuk IPA, sehingga praktik hanya di dalam kelas biasa dengan strategi bapak ibu guru” tutur H. Nasar.
Dengan keadaan seperti ini, H. Nasar berharap kedepan ada jalan keluar dari pemerintah Lombok Timur untuk menambah kekurangan 9 ruang kelas belajar ini.
“Kami dari SMPN 1 Terara mengharapkan adanya solusi yang lebih baik dari pemerintah Lombok Timur untuk mengatasi kekurangan ruang kelas ini” tutupnya. (Mr)















