Dikes Lombok Utara Tangani Satu Kasus Campak di Tengah Status KLB NTB

Dinas Kesehatan Lombok Utara menangani satu kasus campak dan mengirim sampel ke laboratorium Surabaya, sembari memperkuat imunisasi rutin di posyandu guna mencegah penularan lebih luas.

PorosLombok.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara merespons cepat temuan satu kasus penyakit campak yang menjangkiti warga lokal guna mencegah potensi penyebaran massal pada Selasa (10/3/2026).

​Pemerintah daerah langsung melakukan langkah isolasi serta pengobatan intensif terhadap pasien tersebut sembari menunggu hasil validasi spesimen yang telah dikirim ke laboratorium rujukan di Surabaya.

​“Kasus campak di Lombok Utara menurut data baru satu kasus dan sudah dilakukan pengobatan medis secara maksimal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. Baharuddin.

​Tim surveilans terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan tidak ada penularan tambahan pasca temuan perdana yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat di wilayah utara.

​“Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Surabaya guna memastikan diagnosis pastinya,” katanya.

​Lembaga kesehatan ini mengklaim situasi birokrasi penanganan penyakit menular tersebut masih terkendali penuh melalui koordinasi ketat antara puskesmas dengan jaringan kader di tingkat desa.

​Upaya mitigasi jangka panjang tetap bertumpu pada penguatan program imunisasi dasar lengkap yang menyasar balita di seluruh posyandu sebagai benteng utama pertahanan sistem imun anak.

​“Vaksin rutin terus diberikan secara konsisten kepada masyarakat pada saat kegiatan posyandu berlangsung,” jelasnya.

​Edukasi kepada orang tua menjadi prioritas utama mengingat masih adanya resistensi sebagian warga terhadap pemberian imunisasi yang sebenarnya merupakan kunci vital pemutus rantai infeksi.

​Provinsi Nusa Tenggara Barat sebelumnya telah ditetapkan masuk kategori Kejadian Luar Biasa oleh Kementerian Kesehatan RI sehingga kewaspadaan di tingkat kabupaten kini ditingkatkan secara drastis.

​Penduduk diimbau konsisten menerapkan pola hidup bersih, mengonsumsi asupan vitamin tambahan, serta menjaga kebersihan lingkungan hunian agar risiko penularan virus dapat ditekan sekecil mungkin.

​”Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan dini terhadap gejala demam serta munculnya bintik merah pada tubuh anak,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU