PorosLombok– Di saat ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpuruk dengan kontraksi -1,47 persen pada Triwulan I 2025, Lombok Timur justru melesat dengan pertumbuhan positif 5,45 persen.
Data itu disampaikan langsung Kepala BPS Lombok Timur H. Sri Endah Wardani, S.ST., M.M., dalam rilis resmi distribusi PDRB Lapangan Usaha Triwulan I, Rabu kemarin (2/7).
“Lombok Timur mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di tengah perlambatan ekonomi daerah lainnya,” kata Sri Endah.
Laju pertumbuhan ini tak main-main. Sektor primer seperti pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi penopang utama dengan pertumbuhan sebesar 9,47 persen.
Sektor tersier yang meliputi jasa, perdagangan, dan transportasi juga tetap solid dengan pertumbuhan 4,00 persen. Sementara sektor sekunder tumbuh 2,48 persen.
Tak hanya tumbuh, Lombok Timur juga mencatat nilai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp6,35 triliun pada Triwulan I 2025.
“Kontribusi Lombok Timur terhadap total PDRB Provinsi NTB mencapai 14,46 persen,” tegas Sri Endah.
Struktur ekonomi daerah ini masih didominasi sektor jasa (49,50 persen), disusul sektor primer (34,97 persen), dan sektor sekunder (15,53 persen).
Kondisi ini menunjukkan bahwa Lombok Timur punya daya tahan ekonomi yang kuat, bahkan saat provinsi induknya sedang mengalami tekanan berat.
Sri Endah berharap capaian ini bisa menjadi bahan evaluasi dan arah kebijakan pembangunan ekonomi NTB ke depan.
“Lombok Timur membuktikan bisa tetap tumbuh saat yang lain menurun,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)



















