Poroslombok.com | LOTIM – Pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur menaruh harapan besar kepada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk bisa bekerja secara maksimal.
Hal itu menjadi tema pembahasan dalam rapat evaluasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, pada senin 25 Juli 2022 kemarin.
Kepala Dinas P3AKB Lotim, H. Ahmad, menegaskan saat ini diperlukan update data pada setiap kegiatan pada aplikasi sistem informasi keluarga (SIGA) , para kader juga diminta berperan dalam penurunan kematian bayi dan angka stunting.
Haji Ahmad juga meminta agar PKB dan PLKB bisa memaksimalkan kinerjanya secara optimal. Disamping itu juga diharapkan update data yang langsung dilaporkan ke aplikasi SIGA.
“Banyak yang sudah melaksanakan kegiatan yang ditugaskan, namun belum dilaporkan di aplikasi siga,” katanya.
Saat ini terdapat 126 lebih PKB dan PLKB yang tersebar di seluruh desa di Lombok Timur. Kadis P3AKB mengharapkan koordinasi lebih intens, karena PKB dan PLKB kontrak kerjanya tidak lagi dengan provinsi tetapi dengan Kabupaten.
Menurut H. Ahmad, dalam rangka percepatan penurunan kematian bayi dan stunting PKB dan PLKB adalah orang yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, diharapkan supaya berperan lebih aktif lagi.
Lebih jauh mantan kelala dinas sosial lotim itu menegaskan, kegiatan pendampingan akan difokuskan pada calon penganten, ibu hamil dan ibu melahirkan untuk menekan angka stunting serta angka kematian ibu dan bayi.
Keberhasilan semua program dan target yang sudah dicanangkan, kata dia lagi, hanya akan bisa sukses apabila semua betul-betul melaksanakan tupoksinya dengan baik.
“Kebersamaan dan sinergi semua komponen akan menyukseskan semua program yang sudah kita rencanakan, terutama penurunan angka stunting, penurunan angka kematian bayi dan kematian ibu melahirkan” harapnya.
Untuk mendapatkan angka real presentase stunting saat ini, poroslombok kembali mengkonfirmasi Kadis bersangkutan via pesan WhatsApp hari ini, Rabu (27/7).
Menurut dia, sesungguhnya presentase stunting di lombok timur tidak terlalu tinggi dibanding kabupaten lain di NTB yang jumlah angka orang/sasaran nya lebih sedikit.
Posisi stunting kita
Berdasarkan Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), posisi stuntung kabupaten lombok timur berada pada angka 18,52 persen.
“Ya kalau dilihat dari presentase tidak terlalu tinggi. tapi karena rielnya dari jumlah tersebut sebanyak 28 ribuan, dibabding dengan kabupaten lain, karena angka/orangnya sedikit dari jumlah sasaran,” tulisnya.
Dibanding angka stunting, prevalensi gizi (gizi buruk-red) masih terbilang cukup tinggi, yakni berada pada posisi 37 persen sekian, berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI).
Ia merinci, jumlah balita saat ini adalah sebanyak 117241 balita, dengan sasaran stunting sebanyak 22080 balita.Posisi sekarang 18,53 persen, dengan target penurunan sampai 2024 harus turun ke-angka 14 persen.
“Maka kita harus bisa menurunkan dari 22080 balita menjadi 16414 balita, selama dua tahun baru bisa menjadi 14 persen,” tutupnya.
(Anas/pl)

















