PorosLombok.com — Layanan mobile banking milik Bank NTB Syariah akhirnya beroperasi normal setelah sempat dibekukan akibat serangan siber tahun lalu. Bank Indonesia resmi memberikan izin pengaktifan kembali aplikasi tersebut pada Kamis (12/3/2026).
Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin mengonfirmasi bahwa status pembekuan layanan digital mereka telah dicabut sepenuhnya oleh otoritas moneter. Sanksi administrasi yang sebelumnya menjerat bank daerah ini sudah dihapus sejak Januari lalu.
”Sebenarnya kita sudah dapat izin K2 yang dicabut oleh BI, dan sanksi itu sudah dibebaskan dua bulan lalu,” ujar Nazaruddin pada Jumat malam (13/3/2026).
Pihak manajemen saat ini masih memfokuskan tenaga pada tahap normalisasi operasional secara menyeluruh. Tim teknis terus memverifikasi stabilitas sistem guna memastikan seluruh fitur berjalan tanpa kendala teknis bagi para pengguna.
Setiap komponen di dalam aplikasi tersebut mendapatkan pengawasan ketat pasca kembali mengudara di platform digital. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan transaksi nasabah yang sempat terhenti selama hampir satu tahun lamanya.
”Ini terus dilakukan pemantauan dan semua item terus dicoba lagi karena memang butuh waktu,” katanya.
Nasabah kini sudah bisa menikmati kembali berbagai fasilitas transaksi keuangan mulai dari transfer antarbank hingga penggunaan barcode. Pemulihan ini mencakup koneksi ke jaringan bank Himbara serta aktivasi fitur pembayaran digital lainnya.
Manajemen tengah mengamati perilaku sistem saat melayani permintaan transfer dana yang mulai membeludak di lapangan. Langkah observasi ini menjadi bagian dari prosedur tetap operasional perbankan pasca pemulihan infrastruktur IT.
”Izin yang dicabut itu on going transfer, nah sekarang sudah bisa normal dan sedang kita amati terus,” ujarnya.
Volume uang yang berputar melalui aplikasi ini tercatat mengalami kenaikan signifikan hanya dalam waktu dua hari sejak diaktifkan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi untuk kembali menggunakan layanan perbankan digital kebanggaan daerah.
Data transaksi harian menunjukkan angka pergerakan dana yang cukup fantastis bagi sebuah bank pembangunan daerah. Nilai pemasukan dan pengeluaran dana melalui aplikasi mobile tersebut kini merangkak naik dengan sangat cepat.
”Per hari ini income transaksi sudah tembus Rp 10 miliar dan transaksi keluar mencapai Rp 8 miliar,” katanya.
Lonjakan arus transaksi ini diduga kuat terjadi akibat kerinduan nasabah yang telah lama menantikan kembalinya layanan m-banking. Masa vakum yang hampir menyentuh durasi dua belas bulan membuat pengguna langsung menyerbu aplikasi saat aktif.
”Mungkin ini sudah ditunggu-tunggu sama nasabah makanya jumlah transaksi langsung melonjak tajam,” ujar dia.
Fokus jajaran direksi saat ini bergeser pada penguatan benteng pertahanan teknologi informasi guna menangkal potensi ancaman serupa. Markas pemantauan siber dipusatkan di gedung lama yang berlokasi tepat di depan Taman Sangkareang.
Tenaga ahli IT yang baru saja direkrut telah diterjunkan langsung untuk menjaga stabilitas server selama dua puluh empat jam. Keberadaan tim baru ini diharapkan mampu memberikan respon cepat terhadap segala bentuk anomali sistem yang muncul.
”Kita pantau terus di gedung lama dan tim IT yang kami rekrut sudah langsung bekerja,” katanya.
Bank NTB Syariah berencana meluncurkan program pengembangan perwira khusus bidang teknologi untuk memperkuat lini digital mereka. Rekrutmen ini akan menyasar talenta lokal berbakat guna mengisi posisi strategis di bidang pertahanan jaringan.
Pemanfaatan sumber daya manusia asli daerah dianggap krusial karena sektor perbankan modern sangat bergantung pada ketangguhan infrastruktur digital. Investasi pada SDM menjadi prioritas mutlak untuk menjaga keberlanjutan bisnis bank.
”Nanti kita akan rekrut anak-anak NTB untuk mengisi ODP IT karena bank zaman sekarang harus kuat di jaringan,” tuturnya.
Nazaruddin mengungkapkan fakta bahwa perangkat lunak perbankan di Indonesia saat ini menjadi sasaran empuk para peretas internasional. Serangan yang dilancarkan seringkali menggunakan teknologi robot yang bekerja secara otomatis dan masif.
Skala gangguan siber yang menyerang institusi keuangan nasional bisa mencapai angka jutaan kali dalam sehari. Pola serangan yang sangat canggih menuntut perbankan daerah untuk terus memperbarui sistem keamanan mereka secara berkala.
”Model sekarang sangat canggih, yang mencoba membobol itu pakai robot baru kemudian hacker masuk,” ujarnya.
Meskipun sempat mendapatkan gangguan hebat pada Maret 2025 lalu, manajemen menjamin bahwa integritas data nasabah tetap aman terlindungi. Tidak ada laporan mengenai kebocoran identitas maupun saldo warga selama masa pembekuan layanan.
”Data nasabah kita tidak terganggu sama sekali sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir lagi,” pungkasnya.*















