PorosLombok.com – Dinas Kesehatan Kota Mataram resmi mengoperasikan layanan puskesmas ramah disabilitas dengan menempatkan tenaga ahli bahasa isyarat di seluruh titik pelayanan kesehatan masyarakat.
Langkah revolusioner ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi kesenjangan komunikasi antara tenaga medis dan pasien penyandang disabilitas sensorik pendengaran maupun wicara saat mengakses bantuan pengobatan.
”Kami ingin memastikan peningkatan pelayanan di 11 Puskesmas Kota Mataram benar-benar dirasakan oleh semua pihak tanpa kecuali,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfahan.Selasa (10/03/2026).
Pemerintah menyebar sedikitnya 22 petugas berkompetensi mahir yang telah tersertifikasi untuk bersiaga di setiap puskesmas guna memandu proses pendaftaran hingga pemeriksaan dokter bagi warga berkebutuhan khusus.
”Saat ini sudah ada dua tenaga bahasa isyarat per Puskesmas dengan kemampuan tingkat mahir untuk mempermudah saudara-saudara kita,” katanya.
Para petugas tersebut sebelumnya telah menuntaskan pelatihan intensif yang diselenggarakan secara terpadu bersama aparatur dari dinas kependudukan serta instansi pelayanan satu pintu guna standarisasi mutu.
Dinkes menekankan bahwa kehadiran penerjemah ini merupakan bentuk pemenuhan hak asasi manusia yang mendasar agar setiap warga negara mendapatkan perlakuan medis yang setara dan bermartabat di mata hukum.
”Selain kemampuan berbahasa isyarat, kami juga memberikan bekal etika dan penekanan rasa empati kepada seluruh petugas lapangan,” tambahnya.
Pendekatan humanis menjadi pilar utama dalam inovasi ini, di mana komunikasi visual yang efektif dipadukan dengan sikap santun untuk menghilangkan rasa cemas pasien saat berada di lingkungan rumah sakit.
Fasilitas kesehatan di Ibu Kota Provinsi NTB ini kini bertransformasi menjadi laboratorium pelayanan inklusif yang diharapkan dapat menjadi kiblat bagi daerah lain dalam menerapkan standar aksesibilitas universal.
”Tujuannya agar petugas benar-benar memberikan pelayanan yang humanis, sehingga pasien merasa nyaman dan dihargai saat mengakses layanan medis,” ujarnya.
Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus mengevaluasi efektivitas program ini demi mewujudkan visi Mataram sebagai kota yang memberikan perlindungan kesehatan prima bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi*















