PorosLombok.com – Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menggelar aksi pulang kampung ke Perumahan Bumi Selaparang Asri Belencong, Desa Midang, Kecamatan Gunungsari guna mempererat silaturahmi, Minggu (15/3/2026).
Lalu Ahmad Zaini secara khusus mengundang warga setempat untuk berbuka puasa bersama sebagai bentuk apresiasi atas dukungan moral selama dirinya menjabat sebagai pimpinan daerah di wilayah tersebut.
”Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah dengan tulus ikhlas menghadiri undangan kami,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sang bupati untuk berinteraksi langsung dengan para tokoh masyarakat yang memiliki kedekatan emosional sangat kuat sejak lama.
Bupati LAZ mengungkapkan bahwa sore hari ini merupakan kesempatan bagi keluarganya untuk melepas kangen serta bersilaturahmi dengan bapak dan ibu sekalian, terutama para sesepuh lingkungan.
Agenda religi di tengah bulan suci Ramadan tersebut sekaligus menandai genap satu tahun masa pengabdiannya dalam memimpin birokrasi dan pembangunan di Kabupaten Lombok Barat secara totalitas.
”Sore hari ini menjadi kesempatan bagi kami sekeluarga untuk melepas kangen dan bersilaturahmi dengan bapak ibu semua,” katanya.
Politisi ini menekankan bahwa ikatan kekeluargaan yang telah lama terjalin tidak boleh luntur hanya karena kesibukan tugas negara atau jarak protokoler yang membatasi komunikasi harian.
”Saya yakin komitmen kita bersama untuk menjaga tali persaudaraan yang selama ini kita bangun tidak akan pernah terputus,” jelasnya.
Eks Direktur PTAM Giri Menang itu juga memastikan bahwa perhatian dan kebersamaan secara batin tetap terjaga meski intensitas pertemuan tatap muka berkurang drastis selama setahun terakhir.
”Meskipun kita tidak selalu bisa berkomunikasi secara tatap muka, namun perhatian dan kebersamaan secara batin tetap terjaga,” ungkapnya.
Kehadiran LAZ bersama keluarga besar di tengah permukiman warga tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak melupakan akar rumput di tengah padatnya jadwal pemerintahan.
”Hubungan persaudaraan yang telah terbangun selama ini tidak akan terputus oleh jarak maupun kesibukan sebagai kepala daerah,” pungkasnya.*















