PorosLombok.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi guyuran hujan akan membasahi wilayah Nusa Tenggara Barat sepanjang hari ini. Cuaca tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat pada Sabtu (21/3/2026).
Dua wilayah utama di Pulau Lombok menunjukkan indikasi curah hujan dengan intensitas ringan yang merata sepanjang waktu. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi para pelancong yang sedang menikmati akhir pekan di berbagai titik.
Intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi namun konsisten dapat membatasi durasi aktivitas luar ruangan di pusat kota. Fenomena alam ini menuntut kewaspadaan lebih bagi warga yang berencana melakukan perjalanan jauh.
Kota Mataram saat ini berada dalam kondisi hujan ringan dengan rentang suhu udara mencapai 22 hingga 29 derajat Celcius. Suasana yang cukup sejuk menyelimuti wilayah ibu kota provinsi tersebut akibat tutupan awan mendung.
Tingkat kelembapan udara di wilayah Mataram berada pada kisaran 75 sampai 96 persen sepanjang hari. Hal ini menandakan kandungan uap air yang cukup tinggi sehingga memicu udara terasa lebih lembap dari biasanya.
Masyarakat setempat disarankan untuk menjemur pakaian di dalam ruangan atau tempat terlindung. Potensi sinar matahari yang tertutup mendung membuat proses pengeringan di area terbuka menjadi tidak maksimal dan berisiko.
Antisipasi Jalan Licin di Jalur Wisata
Selanjutnya, wilayah Lombok Tengah juga mengalami kondisi hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 23 sampai 30 derajat Celcius. Area ini menjadi pusat perhatian karena letak kawasan ekonomi khusus yang strategis.
Tingkat kelembapan di Lombok Tengah yang menyentuh angka 98 persen menandakan massa udara sudah sangat jenuh. Kondisi tersebut memicu potensi terjadinya hujan dengan durasi yang lebih lama di beberapa titik tertentu.
Hujan ringan di wilayah ini mungkin akan disertai dengan kondisi permukaan jalanan yang menjadi sangat licin. Para pengendara motor dan mobil harus meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur menuju destinasi pantai.
Penggunaan alas kaki dengan daya cengkeram yang baik sangat disarankan bagi pejalan kaki di area terbuka. Langkah ini krusial untuk mencegah insiden tergelincir saat melewati lantai atau tanah yang basah akibat air hujan.
Wisatawan yang berencana melakukan aktivitas pendakian atau wisata air wajib memantau radar cuaca lokal secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan personel selama melakukan kegiatan di alam bebas yang genting.
Secara keseluruhan, stabilitas cuaca di Pulau Lombok bagian tengah dan barat memerlukan antisipasi mobilitas yang matang. Persiapan perlengkapan hujan menjadi kebutuhan utama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.*
















