PorosLombok.com – Pimpinan Cabang Pemuda Nahdlatul Wathan Kecamatan Sikur menggelar Rapat Kerja dan buka puasa bersama di Lesehan Cahaya Tetebatu guna mengaktifkan kembali roda organisasi yang sempat vakum pada Minggu (15/3/2026).
Ketua PC Pemuda NW Sikur Ahmad Ahyar meminta seluruh pengurus tidak merancang rencana yang terlalu muluk-muluk dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
”Kita tidak perlu daftar program yang terlalu panjang, cukup maksimal lima program saja tapi benar-benar kita jalankan bersama,” katanya.
Ahyar menegaskan bahwa seluruh program kerja harus menjadi keputusan kolektif dalam satu komando dan bukan merupakan gerakan individu demi menjaga soliditas internal.
”Fokus utama adalah program yang nyata, disepakati bersama, dan sesuai dengan kemampuan kondisi saat ini,” ujarnya.
Langkah taktis yang disepakati meliputi aksi sosial pembagian takjil Ramadan, penguatan basis ke madrasah, hingga memulai langkah kecil pada sektor pemberdayaan ekonomi produktif.
”Jangan langsung diajak berlari, nanti jatuh, kita ajak berdiri dulu, belajar melangkah satu-dua langkah,” jelas Ketua PD Pemuda NW Lombok Timur Abdul Kadir Jaelani.
Kadir menganalogikan kondisi kepengurusan di tingkat kecamatan tersebut layaknya bayi yang baru lahir sehingga butuh proses bertahap untuk mencapai kemajuan yang signifikan.
”Jika sudah kuat, baru kita lari kencang, yang paling penting jangan sampai kena ilmu kejiman atau menghilang setelah dibentuk,” katanya.
Pimpinan daerah mengingatkan agar jalur komunikasi antaranggota tetap terjaga dengan lancar supaya organisasi tidak kembali mengalami mati suri dalam waktu lama.
”Masa kepengurusan untuk tingkat Pimpinan Cabang kini ditetapkan selama tiga tahun sesuai dengan ketentuan peraturan organisasi terbaru,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang penyelarasan aturan mengenai durasi masa jabatan yang berbeda antara tingkat pusat, wilayah, dan cabang demi tertib administrasi.
”Ikatan persaudaraan di Pemuda NW adalah jembatan kasih sayang yang menyatukan semua latar belakang layaknya keluarga kandung,” pungkasnya.*














