Balita Hilang di Sembalun Lombok Timur Ditemukan Meninggal Dunia 3 KM dari Rumah

Muhammad Rafid Zaki (2,5), balita yang hilang di Sembalun Lombok Timur, ditemukan meninggal dunia di DAM sungai pada hari ketiga pencarian. Jasad korban ditemukan 3 km dari lokasi awal hilang.

PorosLombok.com – Tim gabungan akhirnya menemukan Muhammad Rafid Zaki (2,5), balita yang hilang misterius di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur, dalam kondisi meninggal dunia di area DAM aliran sungai pada Rabu (11/3/2026) sore.

​Jasad korban ditemukan pertama kali oleh seorang warga setempat yang hendak mandi di sekitar lokasi tersebut setelah operasi pencarian besar-besaran memasuki hari ketiga sejak laporan kehilangan resmi diterima petugas.

​“Lokasi penemuan jasad korban berada sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik awal perkiraan hilang,” ujar Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis.

​Pihak SAR menjelaskan bahwa posisi penemuan yang cukup jauh dari kediaman korban mengindikasikan adanya pergerakan melalui jalur air yang cukup kuat sebelum jasadnya tersangkut di bendungan sungai.

​“Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WITA dan tim langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi dari dasar DAM,” katanya.

​Pasca pengangkatan jenazah dari sungai, petugas gabungan segera menyerahkan jasad balita malang tersebut kepada pihak keluarga guna mempercepat proses pemulasaraan serta pemakaman secara layak di desa asal.

​Kronologi kejadian berawal saat korban dilaporkan lenyap ketika sedang bermain sendirian di halaman depan rumahnya pada Minggu pagi sebelum sang ibu menyadari anaknya tidak lagi terlihat di tempat semula.

​Keluarga korban sempat menyisir radius sepuluh meter hingga area bantaran sungai secara mandiri namun upaya tersebut nihil sehingga memicu pelibatan unsur penyelamat yang lebih luas di lapangan.

​“Operasi pencarian resmi kami nyatakan selesai seiring dengan ditemukannya korban oleh warga dan tim gabungan,” pungkasnya.

​Penemuan ini mengakhiri kerja keras Tim Rescue SAR Mataram, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan yang telah berjibaku menyisir kawasan lereng pegunungan tersebut selama berhari-hari dalam kondisi cuaca yang cukup menantang.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU