PorosLombok.com – Program Makan Bergizi Gratis di Terara, Lombok Timur jadi sorotan usai wali murid protes keras terkait temuan lauk tahu yang diduga basi dan hilangnya menu ayam pada distribusi pangan bagi siswa sekolah, Minggu (15/3/2026).
Masyarakat melaporkan temuan mengejutkan berupa kondisi makanan yang dianggap tidak higienis dalam paket distribusi resmi tersebut. Selain aroma tidak sedap, warga mempertanyakan ketidaksesuaian komposisi gizi yang telah dijanjikan sebelumnya.
Merespons kegaduhan yang berkembang di tengah masyarakat, Kepala SPPG Jahidul Muslimin Terara, Rosdiana langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara yang terjadi di lapangan.
”Iya, tetapi sudah clear semua. Kita selesaikan langsung bersama pihak sekolah,” katanya.
Pihak pengelola segera mengambil langkah taktis setelah menerima gelombang protes dari para wali murid di dunia maya. Mereka mengklaim telah melakukan mediasi intensif guna meredam gejolak yang berkembang agar tidak melebar.
Menyangkut solusi konkret atas keluhan wali murid, ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penggantian menu secara menyeluruh pada malam hari setelah laporan tersebut masuk ke meja manajemen.
”Permasalahan itu sudah kami selesaikan tadi malam. Tahu yang diduga basi sudah kami ganti, dan kami juga menambahkan menu ayam,” ujarnya.
Rosdiana memastikan seluruh sekolah yang berada di bawah naungan distribusinya telah mendapatkan paket pengganti sesuai standar. Penyaluran ulang ini menyasar semua penerima manfaat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap kualitas pangan.
Langkah perbaikan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab penuh pihak penyedia dalam menjamin kesehatan para siswa di sekolah. Manajemen berkomitmen melakukan pengawasan lebih ketat terhadap rantai pasok bahan makanan mentah.
Terkait upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali, pihak pengelola berjanji akan melakukan audit internal secara menyeluruh terhadap kinerja tim dapur dan sistem pengemasan mereka.
”Kami akan melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jelasnya.*














