PorosLombok.com – Ketua Forum Masbagik Bersatu (Formabes) Syamsul Huda menangkis keras kritik Kader NW Lukman Al Hakim yang menyebut kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tanpa arah jelas. Pembelaan ini mencuat pada Kamis (26/3/2026).
Syamsul menilai tudingan tersebut sangat tidak berdasar dan cenderung mengabaikan berbagai capaian nyata yang telah ditorehkan pemerintah provinsi. Ia menganggap kritik tersebut hanya kulit luar yang tidak menyentuh substansi data lapangan.
“Pemerintah bekerja berdasarkan dokumen RPJMD dengan indikator kinerja yang sangat jelas, terukur, dan terintegrasi lintas sektor,” tegasnya.
Pihak Formabes menjelaskan bahwa dinamika dalam pengelolaan BUMD merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah untuk menjamin tata kelola yang bersih. Langkah tersebut diklaim sebagai upaya restrukturisasi demi meningkatkan kontribusi pendapatan daerah.
Syamsul menambahkan bahwa indikator pembangunan ekonomi NTB sepanjang tahun 2025 justru menunjukkan tren yang sangat positif di tengah tekanan global. Penurunan angka kemiskinan menjadi bukti sahih efektivitas program kerja pimpinan daerah.
“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan kita sukses turun menjadi 11,38 persen dari sebelumnya yang menyentuh angka 11,91 persen,” ujarnya.
Sektor pertanian juga menunjukkan taringnya dengan produksi jagung yang mencapai angka fantastis hingga 2 juta ton pipilan kering. Capaian ini memperkokoh posisi daerah sebagai lumbung pangan nasional yang diperhitungkan secara luas.
Produksi gabah kering giling yang stabil di angka 1,6 juta ton turut memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput. Kondisi ini berbanding lurus dengan Nilai Tukar Petani yang tetap terjaga pada kisaran angka 105 hingga 110.
“Nilai Tukar Petani yang stabil menandakan bahwa daya beli masyarakat desa tetap terjaga dengan sangat baik,” jelasnya.
Selain urusan perut, pemerintah provinsi disebut gencar mendorong digitalisasi UMKM guna memperluas akses pasar produk lokal ke kancah internasional. Langkah ini dianggap sebagai strategi jitu dalam memperkuat ekonomi non-tambang secara berkelanjutan.
Ketua Formabes mengingatkan agar setiap kritik yang dilemparkan ke publik wajib mengedepankan objektivitas dan basis data yang valid. Ia meminta semua pihak berhenti membangun narasi liar yang hanya berlandaskan kepentingan kelompok tertentu.
“Faktanya program berjalan, indikator menunjukkan tren positif, dan hasilnya mulai dirasakan nyata oleh masyarakat luas,” pungkasnya.*















