Pedagang Ikan Loang Baloq Mataram Panen Berkah Jelang Lebaran Topat

Pedagang ikan bakar di Loang Baloq Mataram raup omzet hingga Rp1 juta per hari jelang Lebaran Topat 2026. Tingginya kunjungan wisatawan jadi berkah ekonomi di pesisir Mataram.

PorosLombok.com – Lonjakan kunjungan wisatawan di kawasan wisata religi Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, membawa berkah melimpah bagi pedagang ikan bakar. Momentum libur panjang ini memicu kenaikan pendapatan signifikan.

​Para pedagang lokal mulai meraup keuntungan berlipat ganda seiring tingginya arus peziarah yang memadati area makam dan pantai. Kondisi ini menjadi angin segar bagi ekonomi mikro di pesisir Kota Mataram yang kian menggeliat.

​”Alhamdulillah ada keuntungan lebih, kadang Rp700 ribu atau bahkan tembus Rp1 juta per hari,” kata salah satu pedagang asli Loang Baloq, Masni, Jumat (27/03/2026).

​Masni mengungkapkan bahwa pada hari-hari biasa pendapatan bersihnya hanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000 saja. Namun, membeludaknya pengunjung saat ini mengubah drastis grafik penjualannya di lapak harian.

​”Jenis ikan yang paling banyak dicari pengunjung adalah ikan baronang, kakap, dan ikan kembung,” jelasnya.

​Harga yang ditawarkan cukup bervariasi tergantung pada jenis serta ukuran ikan yang dipilih oleh para penikmat kuliner pesisir. Masni mematok harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi atau per ekor kepada pelanggan.

​”Permintaan tetap tinggi sekarang meski harga ikan dari nelayan sedang mengalami kenaikan,” terangnya.

​Peningkatan harga bahan baku ini tidak menyurutkan niat wisatawan untuk menyantap hidangan laut segar khas Sekarbela. Masyarakat tetap antusias memesan dalam jumlah banyak untuk dinikmati bersama anggota keluarga besar yang berlibur.

​”Tinggi sekarang permintaannya, tergantung ikannya kalau besar tentu harganya juga ikut naik,” tambahnya.

​Meski pesanan sedang berada di puncak tertinggi, Masni justru mengambil keputusan mengejutkan untuk tidak berjualan saat hari H Lebaran Ketupat. Ia memilih menutup lapaknya karena pertimbangan teknis keamanan dan aturan lalu lintas.

​”Kalau Lebaran Ketupat saya tidak keluar jualan karena kondisi lapangan sangat ramai dan padat,” jelasnya.

​Kebijakan ketat terkait larangan parkir kendaraan di bahu jalan oleh pihak kepolisian menjadi alasan utama pedagang ini beristirahat. Penjagaan aparat yang intensif membuat akses logistik dagangannya menjadi sangat sulit dilakukan.

​”Tidak dikasih mobil-mobil parkir di sini karena polisi berjaga ketat saat puncak keramaian nanti,” katanya.

​Masni sendiri tercatat sudah menekuni profesi sebagai penjual ikan bakar di kawasan ini selama puluhan tahun secara konsisten. Untuk menempati lokasi dagang strategis tersebut, ia wajib membayar sewa lapak sebesar Rp2 juta per tahun.

​Kehadiran pelanggan setia seperti Nita, warga Perumnas, menjadi bukti bahwa kuliner Loang Baloq memiliki pangsa pasar yang sangat loyal. Ia mengaku membeli ikan bakar sudah menjadi tradisi rutin setiap kali momen keluarga besar berkumpul.

​”Membeli di sini jauh lebih praktis daripada harus mengolah atau membakar ikan sendiri di rumah,” terangnya.

​Faktor efisiensi waktu dan kedekatan lokasi menjadi alasan utama konsumen memilih belanja di pesisir Sekarbela ini. Kelezatan bumbu khas lokal menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di tempat makan lainnya di ibu kota provinsi.

​”Ikan di Loang Baloq jadi andalan saat banyak keluarga dari luar daerah datang berkunjung,” katanya.

​Nita menjelaskan bahwa volume pembelian ikannya meningkat drastis hingga berkali lipat menjelang perayaan Lebaran Ketupat. Jika biasanya hanya membeli dua ekor, kini ia bisa memesan hingga sepuluh ekor sekaligus untuk jamuan rumah.

​”Biasanya untuk konsumsi sendiri cuma beli 2-3 ekor saja kalau hari-hari biasa,” ujarnya.

​Lonjakan pesanan ini biasanya didominasi oleh jenis ikan kakap dan baronang yang menjadi primadona bagi tamu dari luar kota. Tampilan ikan bakar yang menggoda dengan aroma bakaran arang menjadi nilai tambah bagi pembeli.

​”Keluarga jauh yang berkunjung pasti menanyakan ikan dari sini karena harganya sangat terjangkau,” jelasnya.

​Sensasi makan di pinggir pantai sembari menikmati suasana religi makam keramat memberikan pengalaman unik bagi para pelancong. Hal ini memperkuat posisi Loang Baloq sebagai pusat ekonomi kreatif yang mandiri di wilayah selatan.

​”Harganya terjangkau dan yang paling disukai keluarga itu rasa ikan bakarnya yang sangat lezat,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU